Klasifikasi Pompa

POMPA

Pompa adalah suatu peralatan mekanik yang digerakkan oleh suatu sumber tenaga yang digunakkan untuk memindahkan cairan (fluida) dari suatu tempat ke tempat lain, dimana cairan tersebut hanya mengalir apabila terdapat perbedaan tekanan. Pompa juga dapat diartikan sebagai alat untuk memindahkan energi dari suatu pemutar atau penggerak ke cairan ke bejana yang bertekanan yang lebih tinggi. Selain dapat memindahkan cairan, pompa juga berfungsi untuk meningkatkan kecepatan, tekanan, dan ketinggian cairan.

w.jpg

Klasifikasi Pompa

Pompa diklasifikasikan menurut prinsip dan cara kerjanya. Pompa tersebut secara umum dibagi menjadi dua kelompok yaitu pompa positive displacement dan pompa dinamic pump. Selanjutnya diklasifikasikan lagi jenis pompa menjadi pompa reciprocating, rotary, sentrifugal, aksial, dan spesial effect. Untuk pompa jenis rotary memilki beberapa tipe yaitu gear pump, screw pump, dan rotary vane pump. Dan untuk pompa jenis spesial effect memiliki beberapa tipe yaitu pompa jet eductor, gas lift pump, hydraulic pump, dan pompa electromagnetic.

A.    Pompa Positive Displacement

Pompa Positive Displacement bekerja dengan memberikan gaya tertentu pada volume fluida tetap dari sisi inlet menuju sisi outlet pompa. Kelebihan dari penggunaan pompa jenis ini adalah dapat menghasilkan power density (gaya per satuan berat) yang lebih berat. Dan juga memberikan perpindahan fluida yang tetap atau stabil di setiap putarannya.

a.            Pompa Reciprocating

Pada pompa jenis reciprocating, sejumlah volume fluida masuk kedalam silinder melalui valve inlet pada saat langkah masuk dan selanjutnya dipompa keluar dibawah tekanan positif melalui valve outlet pada langkah maju.

Kelebihan Pompa Reciprocating:

  1. Mempunyai tekanan yang tinggi, sehingga bisa dioperasikan pada sistem dengan head yang tinggi.

Kekurangan Pompa Reciprocating:

  1. Aliran tidak kontinyu (berpulsa).
  2. Aliran tidak steady.
  3. Apabila perpindahan dilakukan oleh maju mundurnya jarum piston, pompa ini hanya digunakan untuk pemompaan cairan kental dan sumur minyak.

b.            Pompa Rotary

Pompa rotary adalah pompa yang menggerakkan fluida dengan menggunakan prinsip rotasi. Vakum terbentuk oleh rotasi dari pompa dan selanjutnya menghisap fluida masuk. Pompa rotary dapat diklasifikasikan kembali menjadi beberapa tipe, yaitu:

Gear Pumps

Sebuah pompa rotary yang simpel dimana fluida ditekan dengan menggunakan dua roda gigi. Prinsip kerjanya saat antar roda gigi bertemu terjadi penghisapan fluida kemudian berputar dan diakhiri saat roda gigi terpisah sehingga fluida terlempar keluar.

Keuntungan Gear Pumps:

  1. Self priming (menghisap sendiri).
  2. Kapasitas konstan pada putaran tertentu.
  3. Aliran hampir kontinyu.
  4. Arah pemompaan dapat dibalik.
  5. Ringan, menghemat tempat.
  6. Dapat memompa cairan yang mengandung uap dan gas.

Kekurangan Gear Pumps:

  1. Cairan harus relatif bersih.
  2. Poros harus diberi seal.
  3. Clearence antar bagian-bagian yang berputar harus sekecil-kecilnya.
  4. Tidak diijinkan fluida benda padat.

Screw Pumps

Pompa ini menggunakan dua ulir yang bertemu dan berputar untuk menghasilkan aliran fluida sesuai dengan yang diinginkan. Pompa screw ini digunakan untuk menangani cairan yang mempunyai viskositas tinggi, heterogen, sensitif terhadap geseran dan cairan yang mudah berbusa. Cara kerja screw pumps adalah zat cair masuk pada lubang isap, kemudian ditekan di ulir yang mempunyai bentuk khusus. Dengan bentuk ulir tersebut, zat cair masuk ke ruang antara ulir-ulir, ketika ulir berputar, zat cair terdorong ke arah lubang pengeluaran.

Keuntungan Screw Pumps:

  1. Efisiensi total tinggi.
  2. Kemampuan hisap tinggi.
  3. Aliran konstan dan lancar.
  4. Desain sederhana.
  5. Pompa dapat beroperasi tanpa valve.

Kekurangan Screw Pumps:

  1. Harga relative lebih mahal.
  2. Untuk tekanan tinggi, memerlukan elemen pompa yang panjang.
  3. Desain dilengkapi dengan sebuah screw pemaksa dan gurdi (bor).
  4. Dilengkapi dengan hopper dengan panjang hingga 3 meter.

Vane Rotary Pump

Vane rotary pump memiliki prinsip yang serupa dengan kompresor scroll, yang menggunakan rotor silindrik yang berputar secar harmonis menghasilkan tekanan fluida tertentu. Prinsip kerjanya baling-baling menekan lubang rumah pompa oleh gaya sentrifugal bila motor diputar. Fluida yang terjebak diantara dua bolang-baling dibawa berputar dan dipaksa keluar dari sisi buang pompa.

Keutungan Rotary Vane Pumps:

  1. Mengkompensasi keausan melalui perpanjangan baling-baling.

Kerugian Rotary Vane Pumps:

  1. Tidak cocok untuk fluida dengan viskositas tinggi.
  2. Tidak cocok untuk tekanan yang tinggi.

B.     Dynamic Pump

a.            Pompa Sentrifugal (pompa rotor-dinamik)

Pompa sentrifugal lihat merupakan peralatan dengan komponen yang paling sederhana pada pembangkit. Tujuannya adalah mengubah energi penggerak utama (motor listrik atau turbin) menjadi kecepatan atau energi kinetik dan kemudian enegi tekan pada fluida yang sedang dipompakan. Perubahan energi terjadi karena dua bagian utama pompa, impeller dan volute atau difuser. Impeller adalah bagian berputar yang mengubah energi dari penggerak menjadi energi kinetik. Volute atau difuser adalah bagian tak bergerak yang mengubah energi kinetik menjadi energi tekan.

b.            Pompa Aksial

Pompa aksial lihat adalah salah satu pompa yang berfungsi untuk mengalirkan fluida dari potensial rendah ke potensial yang lebih tinggi dengan menggunakan gerak putaran dari blades dan mempunyai arah aliran yang sejajar dengan sumbu porosnya. Prinsip kerja pompa aksial adalah energi mekanik yang dihasilkan oleh sumber penggerak ditansmisikan melalui poros impeller untuk menggerakkan impeller pompa. Putaran impeller memberikan gaya aksial yang mendorong fluida sehingga menghasilkan energi kinetik pada fluida kerja tersebut.

c.            Special-Effect Pump

Pompa Jet-Eductor (injector)

Pompa Jet-Eductor (injector) adalah sebuah pompa yang menggunakan efek venturi dan nozzle konvergen-divergen untuk mengkonversi energi tekanan dari fluida bergerak menjadi energi gerak sehingga menciptakan area bertekanan rendah, dan dapat menghisap fluida di sisi suction. Prinsip kerja pompa Jet-Eductor menggunakan nozzel yang bekerja sesuai efek venturi sehingga mengkonversi energi tekan pada fluida menjadi energi gerak dan sisi suction (hisap) bertekanan rendah dan sehingga fluida dapat mengalir.

Gas Lift Pump

Gas Lift Pump adalah salah satu bentuk sistem pengangkatan buatan yang lazim digunakan untuk mengangkut fluida dari sumur-sumur minyak bumi. Sistem ini bekerja dengan menginjeksikan gas bertekanan tinggi kedalam anulus (ruang antara tubing dan casing), dan kemudian kedalam tubing produksi sehingga terjadi proses aerasi (aeration) yang mengakibatkan berkurangnya berat kolom fluida dan tubing. Sehingga tekanan recervoir mampu mengalirkan fluida dari lubang sumur menuju fasilitas produksi dipermukaan.

Kelebihan Gas Lift Pump:

  1. Umur peralatan lebih lama.
  2. Biaya operasi lebih kecil.
  3. Gas Lift tidak dipengaruhi oleh desain sumur.

Kekurangan Gas Lift Pump:

  1. Gas harus tersedia
  2. Sentralisasi kompresor sulit untuk sumur-sumur dengan jarak jauh.
  3. Gas injeksi yang tersedia sangat korosif, kecuali diolah sebelum digunakan.

Pompa Hydraulic Ram

Pompa Hydraulic Ram adalah pompa air siklik dengan menggunakan tenaga hidro (hydropower). Prinsip kerja dari Hydraulic Ram adalah dengan menggunakan energi kinetik dari cairan dan energi tersebut diubah menjadi energi tekan dengan memberikan tekanan dengan tiba-tiba.

Kelebihan pompa Hydraulic Ram:

  1. Bisa beropeasi tanpa bantuan energi listrik atau BBM.

Kekurangan pompa Hydraulic Ram:

  1. Klep pembuangan membuka karena beban klep terlalu ringan
  2. Klep pembungan menutup karena beban klep berlebihan.
  3. Perawatan harus rutin.
  4. Masih tergantung dari keadaan alam yang berubah-ubah.

Pompa Elektromagnetik

Pompa elektromagnetik adalah pompa yang menggerakkan fluida logam dengan jalan menggunakan gaya elektromagnetik. Prinsip kerja nya menggerakan fluida dengan gaya elektromagnetik yang disebabkan medan magnetik yang dialirkan.

Keuntungan pompa elektromagnetik:

  1. Tidak memiliki bagian yang bergerak, ventilasi, seal dan lainnya.
  2. Tidak bersuara dan bergetar.
  3. Kinerjanya tidak habis dimakan waktu.
  4. Menghasilkan output yang besar dengan input yang kecil.

Kekurangan pompa elektromagnetik:

  1. Membutuhkan persyaratan yang tinggi.

 

 


Pustaka: Sularso, Ir and Tahara Haruo. Pompa dan Kompresor. Jakarta : Pradnya Paramitha, 1987.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s