Perkembangan Dunia Manufaktur Modern

Toyota Motor Company sangat berpengaruh terhadap sejarah perkembangan manufaktur dunia. Setelah Toyota yang menerapkan berbagai konsep sehingga menemukan formula sistem terbaik, dunia manufaktur pada akhirnya masuk ke zaman baru dunia perindustrian yaitu era komputerisasi. Kontribusi teknologi komputer dalam membangun sistem manufaktur modern sangat luar biasa. Penggunaan teknologi komputer diawali oleh (Material Requirement System) MRP System. Perangkat lunak MRP mengintegrasikan semua informasi tentang komponen-komponen yang akan diproses sampai jadi produk akhir. Sistem MRP dapat mengelola perencanaan dan pengendalian jadwal kebutuhan dari setiap sumber daya yang digunakan dengan prisip independent dan dependent demand. Jumlah produk (finished products) dapat dipredisksi secara independent. Semua kebutuhan seperti; jadwal, kebutuhan sumber daya, komponen, sub-perakitan, perakitan, dan kapasitas dapat ditentukan dengan mengeksploitasi bill of material masing-masing tipe produk dan end item yang dibuat (dependent demand principle).

Prinsip dependent and independent demand ini sangat membutuhkan manipulasi data dalam volume yang sangat besar dengan akurasi yang tinggi. Maka penggunaan teknologi komputer dalam membuat simulasi rekayasa teknik sangat menentukan keberhasilan sistem tersebut. Di masa modern ini sangat penting untuk mengintegrasikan sistem MRP dengan rencana pemasaran dan keuangan maka lahirlah sistem baru yang diberi nama Manufacturing Resourch Planning yang dikenal dengan MRP II. Beberapa perkembangan lain yang berpengaruh sehubungan dengan teknologi computer adalah Computer Aided Design (CAD), Computer Aided Manufacturing (CAM) dan Electronic Data Interchange (EDI).

CAD adalah perangkat lunak yang sangat membantu seorang desainer untuk membuat rancangan komponen, atau sebuah produk akhir serta menguji fitur dan kekompakannya. Sedangkan CAM adalah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan desain ke dalam instruksi untuk mengendalikan dan mengoperasikan mesin-mesin produksi. Karena CAM sangat tergantung pada CAD maka CAD/CAM dipandang sebagai satu kesatuan yang terintegrasi.

Teknologi komputer juga memungkinkan sistem integrasi pada material handling. Teknologi tersebut diberi nama Flexible Manufacturing System (FMS). FMS adalah sistem manufaktur otomatis (computer controlled automated manufacturing system), dengan volume dan keragaman produk semua dapat dikendalikan secara sentral oleh komputer. Hal tersebut memungkinkan keputusan tentang komponen mana yang akan dipisahkan dalam line produksi dan stasiun kerja mana yang akan dituju berikutnya oleh masing-masing bahan komponen semua dapat ditentukan oleh computer. Intervensi manusia hanya dibutuhkan apabila terjadi hal-hal yang diluar ketentuan. FMS yang besar melibatkan banyak mesin yang tingkat mekanisasinya bervariasi dan terhubung oleh sistem transfer otomatis, automated gided vehicles, atau robot yang semuanya dikendalikan oleh komputer sentral.

FMS telah mencakup kegiatan manufaktur yang sangat luas seperti; pemesinan, pengelasan, pengerjaan logam lembaran, dabrikasi atau pembuatan komponen serta perakitan. Teknologi (Group Tecnology) adalah padanan yang paling tepat dengan FMS. Setelah FMS muncul CIM (Computer Integrated Manufacturing). CIM menghubungkan CAD/CAM, automated material handling, robotic dan automated manufacturing planning, control and execution ke dalam sistem integrasi. Selanjutnya EDI (Electronic Data Interchange), sistem ini melakukan pertukaran informasi antar komputer (computer-to-computer exchange of information). Perangkat lunak yang menerjemahkan atau mengkonversikan data yang dikirim dari satu computer ke komputer lain atau dari komputer perusahaan pengirim ke komputer perusahaan penerima. EDI mempermudah untuk menyampaikan order dan sharing dalam jadwal produksi yang cepat dan akurat antar perusahaan.

EDI berjasa memunculkan mass outomatization system yang dipopulerkan oleh John Nicolas pada tahun 1998. Sebelumnya costumer sebuah perusahaan kesulitan untuk mendeskripsikan spesifikasi produk yang ingin dibuatnya. Namun dengan adanya sistem EDI ini mereka dapat memasukan data spesifikasi itu ke dalam file CAD/CAM lalu automated machine akan mengerjakannya sesuai perintah. Dengan demikian kelemahan mass production di masa lalu yang selalu harus berbasis produk standar dapat diatasi oleh teknologi komputer ini.

Perkembangan sistem manufaktur dari awal sampai yang paling ‘kekinian’ ini sangat jelas memperlihatkan kecenderungan yang mengarah ke kepuasan pelanggan. Dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang pengurangan waktu produksi, peningkatan kualitas produk, pengiriman tepat waktu, serta biaya produksi yang dapat dikendalikan dunia manufaktur dapat memberikan kontribusinya terhadap perkembangan zaman.

Advertisements

2 thoughts on “Perkembangan Dunia Manufaktur Modern

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s