Pembagian Tugas Desainer Produk di Industri

cats.jpg

Dalam membuat sebuah produk para desainer memiliki tugas yang bertujuan agak bertolak belakang. Detail desain terbagi menjadi dua, yaitu desain industrial dan desain manufaktur.

A.     Desain Produk Industri

Desain industrial bertugas untuk menciptakan dan mengembangkan konsep serta spesifikasi yang akan mengoptimalkan fungsi, value, dan penampilan produk (estetika). Desainer industrial bertanggung jawab pada aspek produk yang berkaitan langsung dengan user.

  1. Estetika produk: Style (penampilan, suara, rasa, bau, dsb)
  2. Fungsional antarmuka: Ergonomik

Ada lima tujuan yang perlu dipenuhi oleh desainer industrial dalam mengembangkan produk baru:

  1. Utility –>Hasil produksi manusia harus selalu aman dan mudah digunakan. Setiap ciri harus dibentuk sedemikian rupa sehingga memudahkan pemakainya dalam mengetahui fungsinya.
  2. Appearance–>Bentuk, garis, proporsi, dan warna digunakan untuk menyatukan produk menjadi satu produk yang sesuai dan enak dipandang.
  3. Ease of Maintenance–>Produk  harus  didesain  untuk memberitahukan  bagaimana mereka dapat dirawat dan diperbaiki.
  4. Low Cost–>Bentuk dan ciri memegang peranan besar dalam biaya peralatan dan produksi.
  5. Communication–>Desain  produk  harus  dapat  mewakili  filosofi  desain  perusahaan  dan  misi perusahaan melalui visualisasi kualitas produk.

Ergonomi merupakan ilmu yang menjadi persyaratan terpenting bagi seorang desainer industrial produk untuk mencapai desain produk yang qualified, certified, dan costumer need. Ilmu ini akan menjadi suatu keterkaitan yang simultan dan menciptakan sinergi dalam memunculkan gagasan, proses desain, dan desain final. Ergonomi adalah  ilmu  ilmu yang menemukan dan mengumpulkan  informasi  tentang  tingkah laku,  kemampuan,  keterbatasan  dan  karakteristik manusia  untuk  perancangan  mesin,  peralatan, sistem kerja, dan lingkungan yang produktif, aman, nyaman, dan efektif bagi manusia.

Tahapan proses mendesain bagi desainer produk industrial:

  1. Identifikasi kebutuhan konsumen
  2. Konseptualisasi
  3. Preliminary Refinement
  4. Further Refinement dan Pemilihan Konsep Final
  5. Control drawing or Model
  6. Koordinasi dengan EngineeringManufacturing, dan Vendor Eksternal

B.     Desainer Manufaktur Produk

Biaya manufaktur/biaya produksi (manufacturing cost) adalah faktor kunci dari keberhasilan produk secara ekonomi. Keberhasilan secara ekonomis tergantung pada profit margin yang diperoleh pada tiap penjualan produk dan berapa banyak produk yang terjual. Desaign for Manufacturing adalah desain yang didedikasikan untuk proses manufakturing (& selama proses pengembangan). Tujuannya untuk membuat produk berkualitas tinggi dengan beaya rendah.

DFM perlu tim cross-Functional karena pekerjaannya meliputi banyak hal seperti:

  1. sketsa, gambar kerja, spesifikasi produk, dan alternatif desain
  2. proses produksi dan perakitan
  3. estimasi biaya manufaktur, volume produk, dan waktu ramp-up/produksi

Biaya Proses Manufaktur:

  • Fixed cost (misal: equipment, tooling, setup)
  • Variable cost (misal: raw material, produk, labor)
  • Cost dipresentasikan dalam bentuk BoM+cost (variable cost+fixed cost)

Tahapan proses mendesain bagi desainer manufaktur produk:

  1. Memperkirakan biaya manufaktur. Ada beragam cara untuk mengklasifikasikan biaya. Biaya yang termasuk biaya manufaktur adalah:
    1. Component cost : Biaya yang dikeluarkan untuk membeli komponen dari produk. Komponen dapat berupa komponen standar maupun komponen custom
    2. Assembly cost : Biaya yang dikeluarkan untuk merakit produk
    3. Overhead cost : Biaya yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi
  2. Mengurangi biaya komponen (cost of components). Ada beberapa strategi untuk meminimasi biaya komponen, diantaranya:
    1. Melakukan desain ulang komponen untuk mengurangi tahapan proses
    2. Melakukan analisis skala ekonomi
    3. Menggunakan komponen dan proses yang standar
  3. Mengurangi biaya perakitan (cost of assembly). Beberapa pendekatan untuk mengurangi biaya perakitan adalah:
    1. mengintegrasikan part
    2. memaksimalkan kemudahan perakitan (maximize ease of assembly)
    3. memaksimalkan kemudahan perakitan (maximize ease of assembly)
    4. mempertimbangkan customer assembly
  4. Mengurangi biaya pendukung produksi (cost of supporting production)
    1. Aspek penting : mengantisipasi kemungkinan kesalahan produksi (error proofing)
    2. Jenis kesalahan : sedikit berbeda ukuran, mirror image, part yang memiliki sedikit perbedaan pada komposisi material.
    3. Pendekatan : dengan menghilangkan perbedaan atau dengan memberi identitas kepada part-part tersebut
  5. Mempertimbangkan akibat dari keputusan-keputusan DFM terhadap faktor-faktor lain.

Meminimasi biaya produksi bukan satu-satunya tujuan dari proses pengembangan produk. Faktor lain yang penting untuk dipertimbangkan adalah:

  • Pengaruh DFM terhadap waktu dan biaya pengembangan produk
  • Kualitas produk

source: adriyangemi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s